Sejarah Singkat MTs Negeri Karanganyar Purbalingga

Jl. Sokawera Nomor 1 Karanganyar RT. 07/01

A. Latar Belakang

         Pada tahun 1960-an di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga sudah berdiri sekolah dari tingkat dasar dan  lanjutan pertama baik negeri maupun swasta. Namun belum ada sekolah  yang mengajarkan agama, kecuali pada pondok pesantren. Hal ini karena secara tidak langsung  pengaruh faham-faham di luar agama terutama faham Komunis di Indonesia yang secara umum  masih berkuasa sehingga aktivitas keagamaan masyarakat kurang mendapat respond dari pemerintah dan bahkan cenderung dipersulit. Masyarakat waktu itu harus mendapat izin untuk sekedar berkumpul untuk membaca shalawat barzanzi, manaqib, tahlilan dan lain-lain. Hal ini antara lain yang menjadi keprihatinan dan mendorong beberapa tokoh-tokoh Agama terutama dari kalangan Nahdlatul Úlama (NU) Kecamatan Karanganyar untuk mengupayakan berdirinya sebuah lembaga pendidikan keagamaan / madrasah yang diharapkan nantinya menjadi menjadi wadah pembinaan kader-kader muslim yang kuat akidahnya, rela berkorban, mempunyai jiwa cinta tanah air dan berakhlakul karimah.


         Ide dan upaya untuk mendirikan lembaga pendidikan tingkat SLTP di Kecamatan Karanganyar tersebut disampaikan dan di prakarsai oleh BapakH. Achmad Toebadji yang juga seorang guru agama Islam pada Konverensi Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Karanganyar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya secara aklamasi, usul dari beliau  disetujui, dan sekaligus peserta Konferensi MWCNU Karanganyar menunjuk Sdr. H. Achmad Toebadji sebagai Ketua Panitia Pendidikan serta menetapkan nama sekolah/madrasah yang didirikan yaitu Pendidikan Guru Agama Nahdlatul Úlama, yang disingkat PGANU.


Setelah diadakan beberapa persiapan melalui sosialisasi kepada masyakarat muslim, khususnya warga Nahdlatul ‘Ulama di Karanganyar dan sekitarnya, dilanjutkan dengan pengumpulan dana dan persiapan fasilitas lembaga pendidikannya, akhirnya pada tanggal 10 Robi’ul Awwal 1383 H pada hari Kamis Wage bertepatan 1 Agustus 1963berdirilah PGANU di Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Lokasi di sebelah timur lapangan desa Karanganyar kurang lebih 200 M yang sekarang menjadi SMA Ma’arif NU Karanganyar Purbalingga.

B. Pra Penegrian PGANU


         Tahun demi tahun, PGANU Karanganyar berjalan dengan lancar dan kemajuan demi kemajuan semakin dirasakan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hambatan yang paling dirasakan pada waktu itu adalah minimnya fasilitas dan biaya operasional. Dukungan masyarakat terhadap PGANU memang cukup baik, demikian juga kemajuan yang dicapai sudah cukup menggembirakan. Namun karena keinginan untuk lebih memajukan lagi lembaga pendidikan agama yang sudah ada, H. Achmad Toebadji sebagai kepala sekolah memiliki keinginan untuk mengajukan penegrian bagi PGANU Karanganyar. Akhirnya dengan restu dari MWCNU Karanganyar, beliau berangkat ke Semarang untuk menghadap Kepala Jawatan Pendidikan Agama Propinsi Jawa Tengah untuk meminta penjelasan tentang proses penergrian PGA swasta menjadi PGA Negeri.


Berdasarkan penjelasan dari Kepala Jawatan Pendidikan Agama (Japenda) Propinsi Jawa Tengah maka mulailah upaya-upaya untuk penegrian PGANU Karanganyar.

Persyaratan yang dibutuhkan waktu itu antara lain:

1.      Administari yang menyangkut tentang murid, guru dan karyawan

2.      Pernyataan persetujuan dari induk organisasi (MWCNU Karanganyar)

3.      Rekomendasi dari Inspeksi Pendidikan Agama Kabupaten Purbalingga

4.      Rekomendasi dari Bupati/Kepala Daerah Tk II Purbalingga

5.      Pernyataan dukungan dari ulama-ulama Kabupaten Purbalingga

         Selanjutnya bendel usulan diajukan ke Japenda Propinsi  Jawa Tengah. Setelah Kepala Japenda mengadakan peninjauan secara langsung di lapangan dan memenuhi syarat, tidak lama kemudian keluarlah rekomendasi persetujuan Kepala Japenda Propinsi  Jawa Tengah..

Usul penegrian selanjutnya diajukan kepada Departemen Agama RI di Jakarta. Proses pengajuan penegrian ke Jakarta ternyata sangat berbelit. Namun dengan ketekunan dan keuletan, dan perjuangan para pemrakarsa, akhirnya keluarlah Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 168/1968 tanggal 26 September 1968 tentang Perubahan Status dari PGANU Karanganyar  menjadiMadrasah Tsanawiyah  Agama Islam Negeri (MTsAIN) Karanganyar Kabupaten Purbalingga.

Karena perubahan PGANU menjadi MTsAIN ini madrasah memerlukan lokasi yang luas maka para pendiri dan pemrakarsa memutuskan memindah lokasi di sebelah selatan POLSEK Karanganyar dengan tanah wakaf atas nama Bpk. H. Achmad Toebadji hingga sekarang.

C. Awal Penegerian


         Untuk memimpin MTs AIN Karanganyar memerlukan Kepala yang definitive maka di usulkan dan di tetapkan KH. Achmad Toebadji  yang pada waktu itu telah menjabat sebagai Penilik Pendidikan Agama Islam, dilimpahkan menjadi Kepala MTs AIN Karanganyar Kabupaten Purbalingga.


         Untuk melengkapi tenaga guru, bekerja sama dengan Inspeksi Pendidikan Agama Kabupaten Purbalingga, maka guru-guru agama yang semula ditugaskan di PGANU Karanganyar diperkenankan mengisi kekosongan guru di MTs AIN Karanganyar.
Pada tahun-tahun awal penegrian terjadi sedikit masalah terutama dengan pendanaan. Dengan penegrian yang semula diperkirakan akan lebih mudah mendapat suntikan dana dari pemerintah, malah sebaliknya. Departemen Agama tidak memberi apa-apa kecuali tenaga guru. Anggaran rutin dan angaran untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan ternyata tidak ada, sementera dari MWCNU Karanganyar dan masyarakat sendiri sudah tidak ikut mendanai penyelenggaraan pendidikan karena bukan lagi milik NU. Keadaan yang demikian terus berjalan selama PGAN 4 tahun berjalan.

D. Perubahan MTs AIN menjadi MTs Negeri


         Pada tahun 1978, Menteri Agama RI mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 16/1978 tanggal 16 Maret 1978 tentang perubahan status MTs AIN Karanganyar menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Karanganyar  Kabupaten Purbalingga.


Setelah perubahan status menjadi MTs Negeri Karanganyar inilah, pemerintah melalui Departemen Agama mulai mengucurkan dana pendidikan, dari agaran rutin, droping buku-buku paket, fasilitas olah raga dan media pembelaran lainnya (alat peraga). Demikian juga paket-paket pembangunan ruang belajar setahap demi setehap mulai dibangun dengan biaya pemerintah.


         Demikian seterusnya MTs Negeri Karanganyar semakin mendapat perhatian dari pemerintah dengan diberikan fasilitas pendidikan yang memadai disamping dukungan dari masyarakat.

Sejak berdiri hingga sekarang, MTs Negeri Karanganyar sudah dipimpin oleh 6 kepala, yaitu:

1. 1968 - 1986 : KH. Achmad Toebadji

2. 1986 - 1997 : KH. Achmad Musodiq

3. 1997 - 2001 : H. Jusuf Maulana.

4. 2001 - 2008 : Drs. H. Munhamir

5. 2009 - 2012 : Drs. H. Mundirin

6. 2013 - sekarang : Dra. Hj. Siti Mudrikah, M Pd. I

 

E.  Perkembangan MTs Negeri Karanganyar Purbalingga

Perkembangan MTs Negeri Karanganyar Kabupaten Purbalingga dari tahun berdiri hingga sekarang dapat digambarkan sebagai berikut :

a.       Masa awal penegerian

Pada masa awal penegerian banyak hal yang harus diperbaiki karena terjadi beberapa perubahan diantaranya adanya anggaran yang diberikan pemerintah, guru diatur oleh pemerintah, kurikulum yang harus mengikuti ketentuan pemerintah, dan ketentuan pegawai Tata Usaha.

Dengan adanya perubahan menuntut adanya usaha memenuhi beberapa personal  pengelola adminstrasi keuangan, guru dan tenaga tata usaha, diantara usaha yang dilakukan adalah mengusulkan kepada pemerintah untuk mengangkat pegawai dari lingkungan Karanganyar.

Dengan adanya usulan tersebut maka pemerintah melalui Departemen Agama waktu itu mengangkat beberapa guru dan pegawai untuk mengelola keuangan dan tata usaha supaya dapat berjalan dengan baik.

Usaha pemenuhan personal untuk mendukung pengelolaan MTsN yang lebih baik sedikit demi sedikit mulai dapat dilihat dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat di Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya, hal ini yang menjadi  sebab mengapa masyarakat mulai memandang MTsN bukan sekolah biasa dan  masyarakat mulai banyak yang menyekolahkan anak-anaknya sekolah ini, sehingga jumlah siswanya dari tahun ke tahun semakin banyak.

 

b.      Masa sekarang

Melihat perkembangan tuntutan zaman MTs Negeri Karanganyar mengalami banyak sekali perkembangan yang sangat menggembirakan diantaranya :

a.       Jumlah guru

Guru MTs Negeri Karanganyar sekarang sudah 100 % sesuai antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya, baik guru negeri maupun guru yang masih wiyata bhakti (GTT), jumlah guru yang negeri 35 orang termasuk ada 2 orang guru DPK Diknas dan 8 orang GTT.

b.      Jumlah pegawai

Pegawai tata usaha pada masa sekarang MTsN Karanganyar sudah disesuaikan dengan kebutuhan walaupun ada sebagaian yang diisi oleh tenaga wiyata bhakti, pegawai tata usaha yang PNS ada 5 orang dan ada 8 orang tenaga wiyata bhakti.

c.       Jumlah siswa

Jumlah siswa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dapat kami gambarkan sebagai berikut :

-          Tahun  2010jumlah pendaftar 250 dan  lulusan 177 siswa

-          Tahun 2011 jumlah pendaftar 280 dan  lulusan 218 siswa

-          Tahun 2012 jumlah  pendaftar 339 dan lulusan 223 siswa

-          Tahun 2013 jumlah pendaftar 288 dan lulusan 244 siswa

-          Tahun 214 jumlah pendaftar 299 dan  lulusan 281 siswa

-          Tahun 2015 jumlah pendaftar 233 dan lulusan 229 siswa

d.      Tanah dan Sarana prasarana

Luas tanah  MTsN Karanganyar adalah 7.630 M2 ,  sarana prasarana mengalami perkembangan yang sangat baik walaupun belum dapat terpenuhi seluruhnya, gambaran sarana prasarana  sebagai berikut :

-          Ruang Kelas                                         21 ruang

-          Ruang Tata usaha                                   1 ruang

-          Ruang Guru                                            1 ruang

-          Ruang Peprustakaan                               1 ruang

-          Ruang Laborat                                       1 raung

-          WC Guru/Pegawai                                 3 ruang

-          WC siswa                                             20 ruang

-          Masjid                                                    1 ruang

-          Ruang Ketrampilan                                1 ruang

-          Ruang Koperasi                                      1 ruang

-          Lapangan olah raga                                1 bidang

-          Peralatan olah raga, media pembelajaran, alat pelajaran, buku-buku pendukung pembelajaran sudah memenuhi kebutuhan.

-          Peralatan kantor, almari, kursi baik untuk guru/pegawai dan siswa sudah mencukupi kebutuhan.