Purbalingga – Seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 1 Purbalingga berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti kegiatan apel pagi secara khidmat pada Kamis, 30 Juli 2026. Apel pagi tersebut dipimpin oleh Suchufam, dengan Kepala MTs Negeri 1 Purbalingga, Syarif Hidayat bertindak sebagai pembina apel yang menyampaikan arahan strategis terkait penguatan karakter, mentalitas, dan etos kerja.
Dalam amanatnya, Syarif Hidayat mengutip pembelajaran filosofis dari sebuah film berlatar cerita di Washington. Film tersebut mengisahkan perjuangan seseorang yang dihantam berbagai tekanan hidup dan situasi krisis di pusat kota Washington, namun justru berhasil bangkit dan menemukan potensi terbesarnya dari himpitan masa-masa sulit tersebut.
Secara khusus, beliau menyoroti peran penting sosok ibu dalam cerita film tersebut. Di tengah himpitan krisis dan tekanan mental sang anak, figur ibu hadir memberikan fondasi dorongan moral serta keteladanan karakter. Hal ini membuktikan bahwa sosok ibu adalah madrasatul ula atau sekolah pertama yang menjadi benteng utama dalam membentuk ketahanan mental dan daya tahan peserta didik sejak dini.
Selain memotivasi para pendidik agar tidak menunda-nunda momentum untuk berani berkarya, beliau turut menggarisbawahi dinamika pengawasan di lingkungan kerja. Sama seperti pesan dalam film tersebut, seseorang akan jauh lebih berhasil dan produktif ketika bekerja tanpa tekanan atau pengawasan berlebihan (micro management) dari atasan. Beliau menegaskan bahwa produktivitas pegawai hendaknya digerakkan oleh sistem yang berintegritas dan kesadaran diri bukan sekadar karena takut pada pantauan kamera CCTV. Selain itu, beliau menekankan pentingnya orientasi pada kualitas hasil akhir dibandingkan formalitas proses semata.
Penulis : Humas Matsabangga




