Purbalingga – Dalam upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung, murid-murid MTs Negeri 1 Purbalingga kelas VII D, VIII D, dan IX D yang merupakan program khusus seni mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Literasi Purwokerto ini dikemas melalui kunjungan ke Pameran CIKAL dari pukul 09.00 hingga 11.20 WIB.
Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan murid dalam mengapresiasi, berkreasi, hingga memberikan kritik terhadap karya seni rupa melalui interaksi langsung di lapangan. Selama berada di lokasi pameran, para murid mengamati berbagai karya seni rupa hasil goresan dan kreasi dari lima seniman terkemuka, yaitu Ghufron Najib, Sinung Rubianto, Dien Yodha, Riesna Utami, dan Pupung Pursita. Tidak sekadar melihat, para murid juga berkesempatan berbincang langsung dengan para seniman. Mereka menggali informasi seputar proses kreatif, teknik berkarya, sumber inspirasi, hingga makna mendalam di balik setiap karya yang dipajang. Interaksi hangat ini memberikan wawasan kaya yang tidak didapatkan hanya dari buku teks.
Guna memperkuat pemahaman, para murid juga menyelesaikan tugas kelompok terstruktur. Setiap kelompok secara aktif mendiskusikan unsur-unsur seni rupa, menganalisis pesan moral dan estetika dari seniman, serta menyusun laporan hasil apresiasi dan kritik seni untuk dipresentasikan bersama kelompoknya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dengan bimbingan dan pendampingan dari guru dan pembina kelas seni MTs Negeri 1 Purbalingga, yaitu Ali Ashal (Wali Kelas VII D), Yeni Shofia Ramadhani (Wali Kelas VIII D), Latifah Nurhayati (Wali Kelas IX D), pengampu kelas seni Imam Khanafi dan Annis Laela Fardani serta pendamping guru bimbingan konseling kelas seni yakni Latifah Rahayu dan Irma Fajariyatin.
Antusiasme murid semakin meningkat saat memasuki sesi workshop seni. Pada sesi praktik ini, para murid diajak mengasah kreativitas dengan melukis media totebag bertema flora, fauna, dan ornamen dekoratif Nusantara sesuai imajinasi masing-masing. Selain melukis, mereka juga belajar membentuk miniatur kreatif seperti bunga, hewan, makanan, hingga karakter sederhana menggunakan bahan clay. Praktik langsung ini menjadi sarana efektif dalam melatih ketelitian, kerapian, dan kebebasan berekspresi.
Melalui kegiatan apresiasi, kreasi, dan kritik seni rupa ini, diharapkan murid-murid MTs Negeri 1 Purbalingga semakin mencintai seni dan budaya, memiliki kemampuan mengapresiasi karya secara kritis dan santun, serta termotivasi untuk terus melahirkan karya-karya seni yang inovatif. Kombinasi antara teori, praktik, dan dialog langsung dengan pelaku seni menjadikan kegiatan ini sebuah pengalaman belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga sangat inspiratif.
Penulis : Humas Matsabangga




