Purbalingga – Memasuki hari ketiga pada Sabtu (26/9/2026), rangkaian acara Hari Lahir (Harlah) ke-58 MTs Negeri 1 Purbalingga akhirnya mencapai puncaknya. Dipandu oleh MC Nur Fadilah, acara puncak ini mengusung tajuk “Harmoni Alumni” yang dikemas secara apik sebagai ajang silaturahmi lintas angkatan sekaligus dirangkaikan dengan forum intelektual bedah buku.
Kepala madrasah, Syarif Hidayat menjelaskan bahwa puncak harlah kali ini sengaja dikemas berbeda agar tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul semata. “Dan hari ini kita puncaknya berupa kegiatan Harlah yang kita kemas dalam sebuah event bedah buku. Tujuannya adalah ini sumbangsih MTs Negeri 1 Purbalingga memberikan dampak yang lebih bermanfaat, tidak sekadar kita mengumpulkan orang,” ujar beliau.
Sesi diskusi intelektual ini dipandu dengan interaktif oleh Abas Rosadi yang bertindak sebagai moderator. Adapun karya yang dibedah merupakan buku tulisan Kepala Madrasah, Syarif Hidayat, yang berjudul “Hermeneutika Adab: Dari Pesantren ke Madrasah, Membaca Pesan Moral dalam Syi’ir Sun Ngawiti”. Lebih jauh mengenai buku ini, Syarif Hidayat menjelaskan bahwa karyanya lahir dari pengalaman serta refleksi panjang dalam mengembangkan pendidikan yang menempatkan adab sebagai ruh pembelajaran. “Madrasah bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan, tetapi juga ruang membentuk sikap, karakter, dan keteladanan peserta didik,” ungkapnya. Kehadiran buku ini diharapkan mampu memperluas gagasan mengenai pendidikan berbasis adab sehingga berdampak pada terbentuknya generasi yang berilmu dan berakhlak.
Hadir membedah karya inspiratif tersebut dua tokoh penting, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, S.Pd.I., selaku Pembedah I, dan Ketua PCNU Kabupaten Purbalingga, H. Ulil Archam, S.E.Ak., M.Si., selaku Pembedah II. Suasana bedah buku semakin hidup dan dinamis dengan dibukanya sesi tanya jawab. Para tamu undangan, civitas akademika, serta alumni yang hadir tampak antusias berdiskusi dan menggali lebih dalam gagasan pendidikan berkarakter yang ditawarkan dalam buku tersebut.
Apresiasi tinggi atas semaraknya rangkaian kegiatan dan kiprah madrasah turut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Purbalingga. Beliau menilai buku tersebut memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter, di mana pendidikan madrasah perlu berjalan seimbang antara penguasaan ilmu dan pembentukan adab. Lebih lanjut, beliau juga menitipkan pesan inspiratif terkait bertambahnya usia madrasah. “Tentu usia 58 bukan usia muda lagi, melainkan usia yang sudah matang. Matang dari sisi akademis maupun prestasi. Teruslah memberikan yang terbaik dan ciptakan hal-hal yang bersifat fantastik untuk mencetak generasi menuju Indonesia Emas tahun 2045. Selamat, sukses, dan harlah yang gemilang,” ungkapnya.
Di usianya yang ke-58 tahun ini, Syarif Hidayat turut menegaskan komitmen seluruh elemen madrasah untuk mewujudkan visi besar mereka ke depan. “Harapan kami dari keluarga besar MTs Negeri 1 Purbalingga ini, di usianya yang ke-58 ini sesuai dengan tagline yang kita usung itu ‘Madrasah Fantastik’. Intinya secara makro MTs Negeri 1 Purbalingga harus betul-betul menorehkan sesuatu yang fantastik,” jabarnya.
Setelah membedah gagasan intelektual dan kilas balik sejarah pendirian MTs Negeri 1 Purbalingga, acara dilanjutkan dengan prosesi puncak pemotongan tumpeng. Beranjak ke sesi akhir, suasana haru dan penuh keakraban sangat terasa pada sesi “Harmoni Alumni”. Sesi bincang hangat ini dipandu langsung oleh H. In’am Birohmatillah, yang secara istimewa menghadirkan para guru yang sudah purna tugas dari tahun ke tahun. Kehadiran para pahlawan tanpa tanda jasa yang pernah mengabdi di madrasah ini menjadi momen reuni yang sangat berkesan bagi para alumni lintas angkatan. Kegiatan ramah tamah ini sekaligus menjadi penutup rangkaian acara puncak Harlah ke-58 dengan penuh kenangan dan sinergi.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari lahir ini, besar harapan agar ikatan silaturahmi antara madrasah, para alumni, dan para pendahulu dapat terus terjalin erat tak lekang oleh waktu. Ke depannya, semoga MTs Negeri 1 Purbalingga semakin terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas dan tangguh secara intelektual, namun juga kokoh dalam adab dan akhlakul karimah, demi mewujudkan visi besar “Madrasah Fantastik” yang sesungguhnya.
Penulis : Humas Matsabangga




